JKLPK Jawa Timur Website -Perspektif Ekologis menjadi Tema Dasar Pelayanan JKLPK Jatim
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 31 Agustus 2016 13:27:51
Perspektif Ekologis menjadi Tema Dasar Pelayanan JKLPK Jatim

Penguatan perspektif ekologis menjadi misi utama dilaksanakannya Konsultasi Regional 2016 Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen [JKLPK] Regional Jawa Timur yang dilaksanakan pada 26-27 Agustus 2016 di Penginapan Remaja 2 Surabaya.

Keberadaan lembaga-lembaga pelayanan Kristen [LPK] di Jawa Timur khususnya beberapa tahun terakhir ini mendapat tantangan dengan semakin banyaknya isu-isu berbasis lingkungan. Mulai dari isu tentang perusakan lingkungan akibat industri sumber daya alam, sampai kepada tantangan perubahan iklim yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Sebenarnya isu lingkungan sudah digumuli dalam konteks JKLPK Regional Jatim pada Konsultasi regional tahun 2010 yang membahas isu Lumpur Lapindo, demikian pula pada Konsultasi Regional 2013 dimana isu pertanian dijadikan salah satu isu strategis. Dalam program JKLPK nasional pun isu lingkungan diangkat sebagai isu strategis bersama, terutama dalam konteks mitigasi, perubahan iklim, dan kedaulatan pangan.

Dalam forum Konsultasi Regional 2016 ini, isu ekologis dimunculkan kembali dalam konteks penguatan perspektif kelembagaan. Penguatan ini melalui sesi pembahasan dasar-dasar teologis dan sosial dari isu ekologis yang dibawakan oleh Pdt. Chrysta B.P. Andrea dari GKJW dan beberapa contoh kasus konflik lingkungan di Jawa Timur yang difasilitasi oleh Lutfi Amiruddin dari Universitas Brawijaya Malang.

Dalam sesi perspektif teologis dan sosial yang dibawakan oleh Pdt. Chrysta Andrea, ditekankan bahwa dalam pergumulan teologis, isu-isu lingkungan juga masih didominasi oleh pandangan antroposentris yang menempatkan manusia sebagai penguasa alam. Relasi ini dipandang perlu mendapat pembaharuan dengan menempatkan relasi yang lebih harmonis antara manusia dengan alam sebagai sama-sama ciptaan Tuhan. Perubahan perspektif ini menurutnya bisa merujuk kepada kearifan lokal masyarakat.

Di sesi berikutnya, peserta belajar dari dua kasus ekologis di Jawa Timur: Lumpur Lapindo dan penambangan pasir besi di daerah Wonorogo, Malang selatan. Lutfi Amiruddin, peneliti dan pengajar di Universitas Brawijaya, menyebutkan bahwa kasus-kasus ekologis selalu kompleks dan perlu pemahaman yang komprehensif. Wilayah Jawa Timur dari data yang dipaparkannya merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam, karena itulah masyarakat harus paham akan potensi wilayah sekaligus waspada terhadap potensi konflik yang menyertainya.

Contoh-contoh kasus perusakan ekologis ini disebuutnya sebagai "penghancuran terencana" karena tidak hadir begitu saja, ada unsur kekuasaan yang berkelindan dengan insutri yang menciptakan bahaya moral dan mengorbankan nilai-nilai sosial untuuk memperoleh nilai ekonomis tertentu. Disinilah peran lembaga-lembaga masyarakat sipil dalam selalu mengawasi dan mengadvokasi industri-industri berbasis eksplorasi sumber daya alam di masyarakat.

Sikap kristis terhadap berbagai proyek ekonomi dan penyadaran publik akan sisi positif dan negatif dari industri berbasis sumber daya alam ini menjadi tugas utama. Dalam mengerjakan misi ini dipandang penting pula pentingnya kerja berjejaring antar lembaga masyarakat sipil.

Penulis : Santo

Visi
 
Partisipan
 
Tentang Kami
 
Struktur Organisasi
 
Agenda
 
Webmail
 
login
            JKLPK Indonesia (www.jklpk-indonesia.org)