JKLPK Jawa Timur Website -Pernyataan Sikap JKLPK Terhadap Kekerasan Anak di NTT
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 28 Desember 2016 12:55:21
Pernyataan Sikap JKLPK Terhadap Kekerasan Anak di NTT

Kejahatan terhadap anak-anak Indonesia kembali terjadi. Tujuh murid yang bersekolah di SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur diserang secara brutal oleh beberapa oknum laki-laki. Akibatnya, tujuh murid tersebut mengalami luka serius dan harus dirawat secara intensif. Penyerangan ini merupakan pelanggaran terhadap hak anak yang hak tumbuh kembangnya harus bebas dari rasa takut dan tindak kejahatan. Dan apapun yang menjadi motif pelaku penyerangan tidak dapat dibenarkan.

Anak-anak Indonesia adalah generasi penerus bangsa. Di tangan merekalah nasib bangsa ini ke depannya dipertaruhkan. Maju atau tidaknya bangsa ini tergantung dari sudah sejauh mana kita mengurus anak-anak sejak dini. Karenanya, kejadian di Sabu Barat harus disikapi secara serius, terutama oleh Negara. Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK) menyatakan keprihatinan mendalam dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Dan untuk memastikan hal itu, dengan ini JKLPK menyatakan:

1. Mengutuk keras penyerangan brutal di Sabu Barat terhadap anak-anak yang tidak berdosa dan merupakan generasi penerus bangsa.

2.Berharap korban penyerangan yang masih dirawat di rumah sakit segera pulih dan bisa kembali bersekolah dengan normal. Kami menyampaikan simpati mendalam kepada seluruh keluarga korban yang mengalami tragedi ini.

3.Meminta kepada Negara dan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan trauma healing kepada anak-anak korban dan murid sekolah lainnya agar mereka tidak mengalami sikap traumatik yang dapat berujung depresi.

4. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Meskipun pelaku penyerangan telah meninggal dunia, aparat penegak hukum harus bisa membongkar motif penyerangan.

5. Meminta Negara untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak yang sudah diatur di dalam UU No 10 Tahun 2012 tentang Konvensi Hak Anak. Termasuk di antaranya memberikan rasa nyaman dan aman terhadap anak-anak baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di masyarakat.

6. Menghimbau kepada seluruh umat Kristen di Nusa Tenggara Timur untuk tidak terprovokasi, tetap bersikap tenang dan berhenti melakukan tindakan main hakim sendiri. Kita menyerahkan sepenuhnya penangangan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk menjadi perhatian bagi semua pihak.

Jakarta, 14 Desember 2016
Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia

Tertanda

*Woro Wahyuningtyas*
_Direktur Eksekutif_

Penulis : Seknas JKLPK

Visi
 
Partisipan
 
Tentang Kami
 
Struktur Organisasi
 
Agenda
 
Webmail
 
login
            JKLPK Indonesia (www.jklpk-indonesia.org)