JKLPK Jawa Timur Website -Laporan Rakernas JKLPK 2018 Hari ke-1
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 13 Oktober 2018 16:53:42
Laporan Rakernas JKLPK 2018 Hari ke-1

Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 resmi dibuka pada Jumat siang (12/10) di Pusbinlat MTV Kondoran, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Acara ini diikuti oleh seluruh Kelompok Kerja (Pokja) dan perwakilan pengurus dari 11 region minus region dari Papua Barat yang tidak mengirimkan utusan. Perwakilan dari pengurus Jawa Timur adalah Santo Vormen (koordinator region). Selain itu Pokja dari Jawa Timur, Sonny Saragih juga hadir.

Sebagai pembuka rakernas, Pdt. Gerson Kendonan, S.Th., dari Gereja Toraja memimpin ibadah. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Ibu Ruth-Beslar selaku direktur MTV Kondoran. Setelah itu setiap perwakilan region memaparkan perkembangan terakhir di region termasuk diantaranya data-data partisipan dan isu-isu strategis dan kondisi jejaring di region.

Sesi refleksi dan penguatan berjejaring disampaikan oleh Ketua Pokja JKLPK, Suryati Simanjuntak. Fenomena orientasi kepada proyek yang menyebabkan LPK-LPK disorientasi terhadap visi misinya adalah hal-hal yang disinggung Suryati di awal pemaparannya.

Terkait relevansi JKLPK saat ini, maka pertanyaan mendasarnya adalah adanya problematika kemiskinan, ketidakadilan sosial, kebodohan, dan sederet permasalahan lain. Apakah permasalahan yang kita (LPK) hadapi masih seputar ini?

Dalam diskusi muncul pula dimana posisi JKLPK ketika berinteraksi dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga keumatan seperti PGI. Seperti yang diungkapkan beberapa pengurus region keberadaan gereja-gereja dan lembaga keumatan di daerah sangat penting artinya untuk menjadi mitra.

Khusus keterkaitan sejarah dengan PGI, JKLPK memang diinisiasi oleh orang-orang yang ada di Deparpem PGI, karena fungsi gereja dalam problematika sosial tidak maksimal. Dengan demikian tidak berarti JKLPK berada di bawah PGI atau gereja, namun bermitra dengan PGI dan bermitra dengan gereja-gereja.

Diskusi berlanjut dengan refleksi apakah JKLPK sebagai lembaga jaringan sudah bisa merangkul sesama LPK. Ini penting untuk direfleksikan karena jika relasi dengan sesama LPK belum baik, apalagi merangkul gereja atau lembaga-lembaga keumatan. Dengan demikian pekerjaan rumah kita bersama adalah menekankan lagi untuk melihat ber-JKLPK itu sangat penting.

Keragaman isu yang muncul sebagai konsekuensi banyaknya LPK yang berjejaring perlu dilihat sebagai variabel pembahasan yang penting. Selama ini region-region masih melihat keragaman isu sebagai suatu masalah, bukan sebagai kekuatan. Karena itu perlu dirumuskan kembali isu-isu bersama yang punya arsiran dengan visi dan misi LPK-LPK yang ada.

JKLPK sebagai lembaga jaringan sangat besar dan luas jaringannya yang terdiri dari 12 region di 19 Provinsi, dan 282 partisipan. Kita bergerak di JKLPK artinya menambah daya gerakan lembaga-lembaga lintas sektoral, sehingga keragaman isu yang dikerjakan LPK adalah potensi yang harus dimaksimalkan.
Di sesi terakhir malam, dibahas tentang analisis keadaan nasional terutama terkait dengan kerja-kerja pelayanan JKLPK. Isu-isu yang dimunculkan oleh setiap region kembali diulas dan menjadi catatan menjelang sidang komisi-komisi besok Sabtu (13/10).


Penulis : Santo

Visi
 
Partisipan
 
Tentang Kami
 
Struktur Organisasi
 
Agenda
 
Webmail
 
login
            JKLPK Indonesia (www.jklpk-indonesia.org)